gerakanmandiri.com

Dunia terpukau bukan hanya oleh alam Indonesia, tapi oleh manusianya. Kejujuran, ketulusan, dan integritas—itulah harta karun sejati bangsa ini. Inilah diplomasi karakter Indonesia, yang berbicara tanpa suara dan menembus batas dunia

Identitas Kita: Modal Utama Menjadi Bangsa Mandiri

Sering nggak sih kita mikir kalau jadi bangsa yang mandiri itu harus selalu soal ekonomi yang meroket atau teknologi yang canggih banget? Ternyata, setelah saya ngobrol-ngobrol di Gerakan Mandiri Bangsa, jawabannya jauh lebih sederhana: modalnya ada di karakter kita sendiri.

Ada satu cerita yang lagi ramai dari seorang traveler asal Swiss. Jujur, bacanya bikin merinding sekaligus bangga. Dia nggak cerita soal sunset atau pantai kita, tapi soal betapa “mahalnya” kejujuran dan ketulusan orang Indonesia yang dia temui.

Jauh-jauh ke Kairo, Ketemu “Wong Kita” yang Nggak Tegaan

Waktu dia di Kairo, dia sempat bingung nyari restoran Indonesia. Terus dia tanya ke seorang mahasiswa kita yang kebetulan lewat. Padahal mahasiswa ini lagi buru-buru mau masuk kelas, tapi dia malah milih putar balik buat nganterin si mbak Swiss ini sampai depan pintu restoran.

Nggak cuma itu, pas mau bayar, eh ternyata makanannya sudah dilunasin sama mahasiswa tadi. Bayangin, di negeri orang yang asing banget, orang Indonesia tetap nggak bisa hilang sifat “nggak tegaan”-nya. Itu vibe yang nggak bisa dibuat-buat.

Terdampar di Sulawesi, Malah Jadi “Anak Angkat”

Lain lagi ceritanya pas dia di Sulawesi tahun 2017. Gara-gara nggak ada sinyal, dia blank mau nginep di mana pas turun dari kapal. Tiba-tiba, ada seorang ibu yang baru dia kenal di atas kapal langsung ngajak dia: “Sudah, ikut ke rumah saya saja.”

Selama lima hari, dia diurusin, dikasih makan enak, benar-benar disayang kayak anak sendiri. Buat kita mungkin itu biasa, tapi buat orang luar, kebaikan yang “lempeng” tanpa modus begini itu langka banget. Itu bukti kalau sifat kekeluargaan kita itu bahasa paling jujur buat bikin orang ngerasa aman.

Urusan Motor di Jogja yang Bikin Geleng-geleng

Yang paling gila sih ceritanya di Jogja. Dia lagi mabuk berat sampai nggak sanggup balikin motor sewaan. Akhirnya, dia nekat kasih kunci motor itu ke orang yang baru dia temui di jalan. Logikanya, itu motor pasti hilang, kan?

Tapi besok paginya, orang itu beneran datang ke penginapannya cuma buat balikin kunci dan bilang kalau motornya sudah aman di tempat persewaan. Kejujuran murni kayak gini nih yang membuktikan kalau integritas itu masih mendarah daging di kita.

Terus, Apa Hubungannya sama Kemandirian?

Dari kisah traveler ini, saya makin yakin kalau jadi bangsa mandiri itu akarnya adalah menjaga karakter. Keramahan dan kejujuran kita itu soft power yang nggak bisa dibeli pakai uang sehebat apa pun.

Kita nggak perlu capek-capek teriak ke dunia kalau kita hebat. Cukup tetap jadi orang Indonesia yang peduli dan jujur, dunia dengan sendirinya bakal hormat.

Di Gerakan Mandiri Bangsa, kita pengen banget jaga nilai-nilai ini. Karena mandiri yang paling hakiki itu pas kita bangga dan tetap konsisten sama identitas asli kita yang baik ini.

http://gerakanmandiri.com

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*